Didalam Peraturan Presiden Nomor 93 Tahun 2011, Kebun Raya didefinisikan sebagai kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ yang memiliki koleksi tumbuhan terdokumentasi dan ditata berdasarkan pola klasifikasi dan taksonomi, bioregion, tematik, atau kombinasi dari pola-pola tersebut untuk tujuan kegiatan konservasi, penelitian, pendidikan, wisata dan jasa lingkungan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Peraturan Gubernur No. 041/2012 Tanggal 1 Juni 2012, membentuk Unit Pelaksana Teknis Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan.

Kebun Raya Banua Provinsi Kalimantan Selatan terletak didalam kawasan Perkantoran Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru, yaitu di wilayah administrasi Kel. Palam Kec. Cempaka. Luas kawasan 100 Ha (SK Gubernur No. 188.44 / 0131 / KUM / 2013).

Pencanangan pembangunan KR Banua dilaksanakan pada tanggal 13 Februari 2013 oleh Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, H. Rudy Resnawan. Kemudian diresmikan pada 8 Desember 2016 oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor.

Tema konservasi tumbuhan secara ex situ dari Kebun Raya Banua adalah Tumbuhan Berkhasiat Obat Kalimantan Selatan.

Hingga pertengahan tahun 2019, Kebun Raya Banua telah mengelola beberapa zona koleksi tumbuhan diantaranya zona koleksi tumbuhan obat, zona koleksi tumbuhan kayu, zona koleksi tumbuhan atsiri, aromatik dan rempah, zona koleksi tumbuhan buah, zona koleksi tumbuhan dikotil, dan koleksi tumbuhan anggrek di pembibitan.