Nephelaphyllum pulchrum

Anggrek merupakan salah satu suku dalam tumbuhan yang memiliki banyak jenis. Sebagian keragamannya terpusat di kawasan tropis dan subtropis. Di Indonesia terdapat kurang lebih 5.000 jenis anggrek. Pulau Kalimantan adalah salah satu pusat keanekaragaman anggrek terbesar di dunia. Setidaknya terdapat 1700 spesies anggrek yang ditemukan di Pulau Kalimantan, banyak di antaranya tidak ditemukan di tempat lain di bumi.

Nama Nephelaphyllum berasal dari kata Yunani “nephele”, yang berarti awan, dan “phyllon”, yang berarti daun, mengacu pada tampilan daun yang berkabut dan seperti marmer. Julukan spesifik pulchrum berasal dari bahasa Latin “pulcher”, yang berarti indah, tepat menggambarkan spesies yang menarik ini dengan warna keunguan dengan bilah daun marmer. Nephelaphyllum pulchrum juga merupakan jenis spesies dari genus Nephelaphyllum. Anggota dari genus ini adalah terestrial, biasanya memiliki daun berdaging dan rimpang tebal yang menjalar di sepanjang lantai hutan.

Anggrek tanah yang berukuran kecil ini daunnya sangat menarik. Daun dengan tangkai daun sangat pendek, berbentuk segitiga dengan dasar bulat atau melekuk, berwarna coklat atau hijau muda dengan urat daun hijau gelap dan dengan bercak gelap di atas, permukaan bawah ungu. Bila tidak jeli memperhatikan lantai hutan, seolah-olah anggrek ini adalah serasah atau daun kering yang akan membusuk. Namun bagi yang telah paham betul akan anggrek ini maka tidak akan terkecoh. Akar rimpangnya merambat di bawah lapisan humus. Memiliki umbi semu berbentuk bulat kecil memanjang seperti pensil dengan jarak antar umbi ±2,5 cm. Perbungaan panjangnya ±8 cm, mendukung ±13 kuntum bunga. Kelopak maupun mahkota bunganya berwarna putih atau kuning pucat, berbentuk pita, mengarah ke bawah.  Bibir tegak ke atas, berbentuk bulat telur, panjang ±1.6 mm, ada 3 – 5 rusuk pada bagian tengahnya yang berbulu, warna jingga, kuning atau kehijauan.

Jenis ini banyak ditemukan di hutan yang lembab dan berhumus tebal, pada ketinggian 700-1.500 m.  Tumbuh subur pada lapisan humus setebal 2-4 cm  dengan kisaran pH 6,3-6,7. Daerah penyebarannya mulai dari Sumatra, Kalimantan, Semenanjung Malaysia, Thailand sampai Indocina (rth).

Oleh: Ratri Tri Hapsari