Kebun Raya merupakan suatu Kawasan konservasi tumbuhan secara ex situ. Kebun Raya Banua adalah salah satu Kebun Raya yang terdapat di Kalimantan Selatan, berdasarkan fungsinya, kebun raya mencakup 5 fungsi yaitu Penelitian, Pendidikan, Wisata, Jasa Linkungan, dan Konservasi. Salah satu bentuk konservasi yang dilakukan Kebun Raya Banua adalah dilakukannya kegiatan eksplorasi, dimana eksplorasi sendiri dilakukan untuk mencari dan mengkoleksi material baik berupa biji, seedling, umbi, maupun stek, serta mencatat data pendukung yang berupa data populasi, ekologi, maupun etnobotani yang kemudian hasilnya akan dibawa ke Kebun Raya Banua untuk dilakukan penanganan lebih lanjut .

Kali ini Kebun Raya Banua berkesempatan untuk melakukan kegiatan eksplorasi selama 3 hari terhitung sejak tanggal 30 Maret hingga 01 April 2021 yang dilaksanakan di Kabupaten Banjar tepatnya di desa Kahelaan kecamatan Sungai Pinang. Jarak yang harus ditempuh menuju lokasi memakan waktu selama 7 jam perjalanan darat. Keadaan lingkungan desa Kahelaan masih sangat asri, warga sekitar banyak yang memiliki perkebunan tanaman jenis temu -temuan diantaranya ada jahe merah, jahe gajah, kunyit, dan kencur.

Kegiatan eksplorasi dimulai dengan perjalanan menuju hutan yang berada digunung yang disebut sebagai gunung Batu Bagalar, perjalanan ditempuh selama 2 jam dengan berjalan kaki. Beruntungnya hutan yang kami tuju masih memiliki banyak keragaman tanaman yang dapat diambil dan dijadikan koleksi di Kebun Raya Banua agar kelestariannya tetap terjaga. Dilanjutkan dengan kegiatan eksplorasi hari kedua, wilayah yang kami tentukan untuk pencarian tanaman koleksi baru adalah wilayah sekitar pemukiman warga, dari kedua hari ini didapatkan sebanyak 485 spesimen yang terdiri dari 24 family dan 54 jenis.

Terdapat beberapa koleksi baru yang sebelumnya belum dimiliki Kebun Raya Banua, diantaranya tanaman kayu bajakah (Spatholobus littoralis), bilaran tapah (Argyreia nervosa), undingan kutu (Curculigo sp.) dan pohon daun kupu-kupu menjalar (Bauhinia sp.).  Spesimen hasil eksplorasi selanjutnya di bawa ke Kebun Raya Banua untuk dilakukan penanganan lanjutan, kemudian dimasukan ke dalam sungkup selama 2-3 bulan untuk proses adaptasi.

Kegiatan eksplorasi memberikan pengetahuan baru terutama pengetahuan tentang desa Kahelaan, bahwasanya disana masih terdapat hutan yang menyimpan banyak keanekaragaman tanaman yang sepatutnya tetap dijaga kelestariannya agar proses keberlangsungan kehidupan tetap berjalan sebagaimana mestinya.