Keanekaragaman berupa kekayaan sumber daya hayati dan ekosistemnya yang terdiri dari flora,fauna dan keindahan alam yang ada tidak terlepas dari perubahan-perubahan suatu lingkungan. Lingkungan fisik, lingkungan biologis, serta lingkungan sosial manusia akan selalu berubah dari waktu ke waktu. Terjadinya perubahan ini, mengakibatkan seluruh organisme yang hidup di dunia perlu melakukan penyesuaian agar mereka tetap dapat mempertahankan hidupnya, dalam kata lain mereka tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup yang diperlukan. Suatu tempat atau wilayah  dengan unsur-unsur lingkungan yang mendukung akan mempengaruhi hewan dan tumbuhan yang terdapat pada wilayah tersebut, seperti persebarannya, jenis-jenis hewan, dan berpengaruh juga terhadap jumlah hewan yang terdapat di wilayah tersebut.

Kebun Raya Banua merupakan suatu wilayah yang telah dikembangkan menjadi daerah konservasi, yang berpotensi sebagai habitat baik flora maupaun fauna karena didukung oleh faktor-faktor lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan flora maupun fauna. Tak hanya menjadi destinasi persinggahan bagi para wisatawan, Kebun Raya Banua juga menjadi destinasi bagi serangga yang kini mulai sulit untuk ditemui, Salah satu serangga yang dapat dijumpai di Kebun Raya Banua adalah kupu-kupu gajah (Attacus atlas).

Kupu-kupu adalah salah satu jenis serangga yang dapat terbang. Kupu-kupu dibekali dengan sayap yang biasanya memiliki warna dan corak yang cantik. Kupu-kupu juga menjadi salah satu hewan yang membantu proses penyerbukan pada bunga. Namun ternyata kupu-kupu gajah (Attacus atlas) sebenarnya bukanlah kupu-kupu, melainkan ngengat. Ngengat masih berhubungan dekat dengan kupu-kupu, bedanya adalah ngengat aktif mencari makan di malam hari, sementara kupu-kupu aktif mencari makan di siang hari, perbedaan lain antara kupu-kupu dan ngengat yaitu ketika hinggap, ngengat cenderung mengembangkan sayapnya sedangkan kupu-kupu cenderung menguncupkan sayapnya. Karena mirip dengan kupu-kupu dan ukurannya besar, maka Attacus atlas disebut sebagai kupu-kupu gajah. Serangga bertubuh besar ini tersebar luas di wilayah tropis dan subtropics Asia Tenggara. Rentang sayapnya bias mencapai lebih dari 25 cm. Kupu-kupu gajah ini ketika menjadi ulat keket akan menghasilkan benang sutera. Sutera yang dihasilkan dikenal sebagai sutera liar atau sutera alam. Sutera yang dihasilkan oleh Attacus atlas ini dianggap memiliki kualitas yang lebih unggul dibandingkan sutera dari ulat sutera hasil penangkaran.

Mari berkunjung ke Kebun Raya Banua agar dapat melihat sang penghasil sutera alam yaitu kupu-kupu gajah (Attacus atlas). Kupu-kupu gajah dapat dijumpai di Kebun Raya Banua, terutama di zona tanaman buah. Banyak juga dijumpai kepompong dari kupu-kupu gajah ini menggantung pada pohon sirsak di zona buah. Ini membuktikan bahwa Kebun Raya Banua yang memiliki 5 fungsi, dimana salah satunya adalah berfungsi sebagai jasa lingkungan, Kebun Raya Banua memberikan dampak ekologis bagi peningkatan kualitas faktor-faktor lingkungan untuk keberlangsungan flora maupun fauna yang ada di Kawasan Kebun Raya Banua.