Kerabat buah Manggis (Garcinia sp.) di Kawasan Asia Tenggara yang dapat dikonsumsi dilaporkan terdapat sekitar 30 jenis, namun kebanyakan memiliki rasa buah yang agak asam karena kandungan sitratnya (Jansen, 1991). Di Kalimantan, Garcinia mangostana merupakan jenis manggis yang telah dibudidayakan di kebun, sedangkan Garcinia forbesii (Mundar) merupakan jenis manggis yang terdapat di hutan alami dan juga mulai dibudidayakan di kebun. Manggis (Garcinia mangostana) sendiri memiliki julukan “Queen of fruits” karena merupakan salah satu buah tropika terbaik yang paling disukai di dunia, dan memiliki rasa yang lezat.

Salah satu spesies dari genus Garcinia adalah Garcinia forbesii. Garcinia forbesii adalah manggis dengan kulit berwarna merah, orang Banjar-Kalimantan Selatan menyebutnya dengan nama Mundar. Mundar merupakan kerabat manggis dengan buah yang lebih kecil dari manggis, bentuk buah bundar, kulitnya berwarna merah dan tipis dengan isi buah putih dengan rasa manis asam. Sepanjang ranting biasanya muncul buah berkelompok 2 sampai 7 butir. Buah mundar merupakan buah yang sudah mulai jarang ditemukan di Kalimantan Selatan.

Buah mundar selain dikonsumsi langsung, menurut berbagai penelitian juga dapat digunakan untuk keperluan lain. Salah satunya kulit buah mundar dapat digunakan sebagai pengganti asam Jawa yaitu dengan cara mengeringkan terlebih dahulu kulit buah mundar. Banyak spesies dari genus Garcinia ini mengandung senyawa anti mikroba, anti kanker, anti oksidan dan pelangsing (Burkill, 1996). Hasil penelitian Randy (2014) menunjukkan ekstrak kulit Mundar dapat dijadikan sebagai minuman fungsional yang kaya anti oksidan.  Kulit ekstrak Mundar dapat digunakan sebagai formula minuman dengan mencampur ekstrak jahe dan kayu manis.

Buah mundar merupakan salah satu buah yang sudah mulai sulit untuk ditemui, masyarakat yang ingin melihat bagiaman bentuk dari pohon Si Manggis Merah ini dapat langsung berkunjung ke Kebun Raya Banua di Kebun Raya Banua sendiri terdapat pohon mundar (Garcinia forbesii) di beberapa zona koleksi. Mundar di Kebun Raya Banua sudah sering mengalami masa perbuahan, salah satunya pada akhir tahun 2020 pada bulan Desember. Semoga pohon Mundar yang terdapat di Kebun Raya Banua selalu terjaga dan tumbuh subur, agar anak cucu kita nanti tidak hanya tahu tumbuhan ini dari referensi-referensi yang ada, namun dapat melihat langsung Si Manggis Merah Kalimantan Selatan ini.