Anggrek merupakan salah satu kekayaan alam Indonesia. Anggrek termasuk ke dalam famili Orchidaceae. Di seluruh bagian dunia telah teridentifikasi 43.000 spesies anggrek. Indonesia diperkirakan menjadi rumah bagi 5000 spesies diantaranya. Persebaran anggrek di Indonesia terdiri dari 986 spesies di pulau Jawa, 971 spesies di Pulau Sumatera, 113 spesies di Maluku, serta sisanya tersebar di Sulawesi, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Papua.   Salah satu kekayaan anggrek Indonesia adalah anggrek hitam (Coelogyne pandurata Lindley 1853). Anggrek Hitam merupakan jenis anggrek epifit dan simpodial (pertumbuhan batang terbatas), dimana anggrek ini merupakan maskot bagi Provinsi Kalimantan Tengah. Anggrek ini pernah meraih juara pertama dari Ibu Negara RI “Ibu Tien Soeharto” pada Pameran Anggrek Nasional di Jakarta pada tahun 1976. Anggrek hitam Kalimantan (Coelogyne pandurate) memiliki warna yang tidaklah hitam secara keseluruhan, kelopak bunganya berwarna hijau pupus dan labelum (lidah bunga) yang berwarna hitam sungguh menampilkan sosok bunga anggrek yang eksotis. Pesona anggrek hitam tersebut ditambah dengan diameter bunga yang cukup lebar hingga 10 cm. Bunga tersebut sangat jelas terlihat digerombolan rumpun karena tangkainya tumbuh tegak. Tangkai tersebut terdapat beberapa kuntum bunga sehingga terlihat serempak. Anggrek hitam adalah tanaman epifit sekaligus terestrial. Epifit artinya tumbuh pada tanaman lain tapi tidak parasit. Terestrial artinya hidup di tanah. Jadi anggrek hitam dapat hidup pada pohon atau media serupa dan di tanah. Misalnya di daerah Kalimantan yang memiliki suhu panas, ia dapat bersifat terestrial. Di Kebun Raya Banua anggrek hitam mengalami musim perbungaan pada bulan Januari-Maret. Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) adalah spesies anggrek yang tumbuh di Semenanjung Malaya, Kalimantan, dan Sumatra, dengan habitat hidup di pohon-pohon tua dekat sungai di hutan primer (kelembaban relatif tinggi).  Anggrek hitam adalah maskot flora provinsi Kalimantan Timur.