KEBUN RAYA BANUA

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Potensi Obat Galam (Melaleuca cajuputi), Si Tanaman Rawa

Kebun Raya Banua sebagai salah satu wahana konservasi tumbuhan memiliki berbagai koleksi tumbuhan dari berbagai jenis. Dengan luas 100 ha Kebun Raya Banua dibagi menjadi beberapa zona, salah satunya zona tanaman rempah-rempah, atsiri dan aromatik. Salah satu koleksi tanaman pada zona tanaman rempah-rempah, atsiri dan aromatik adalah Melaleuca cajuputi Powell atau  yang lebih dikenal dengan Galam oleh masyarakat Kalimantan.

Galam merupakan tanaman  genus Melaleuca yang termasuk dalam famili Myrtaceae. Galam merupakan tumbuhan yang tumbuh secara alami di huta rawa hingga mencapai tinggi 40 m dan dengan diameter 35 cm. Galam termasuk dalam koleksi tanaman rempah-rempah, atsiri dan aromatik di Kebun Raya Banua karena galam memiliki kandungan minyak kayu putih yang cukup tinggi. Galam merupakan tumbuhan khas daerah hutan  rawa gambut dengan keasaman tanah yang cukup tinggi (berpH rendah). Tanah Kebun Raya Banua yang merupakan lahan bekas tambang intan merupakan tanah yang berPh asam sangat cocok untuk pertumbuhan tanaman Galam.

Tumbuhan galam banyak dimanfaatkan dalam pembangunan rumah dan gedung bertingkat sebagai pondasi cerucuk dan penyangga sewaktu pengecoran beton, sebagai bagian sementara pembuatan jembatan kecil, siring ajaln, kayu bakar, tiang pancang kecil, tiang bangunan. Selain itu Galam juga termasuk dalam tanaman berpotensi obat, dimanakulit dari galam ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan penghisap nanah pada luka atau dapat diekstrak untuk mengobati rasa lesu dan susah tidur.

Selain kulitnya, daun dari tanaman galam juga menghasilkan minyak atsiri yang sering disebut dengan minyak kayu putih atau kajuput. Buah galam juga dapat dimanfaatkan sebagai pengganti lada hitam untuk masakan.


Kembali Ke Halaman Sebelumnya