KEBUN RAYA BANUA

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Sang Mantan, Tamu Spesial Kebun Raya Banua

Event Kebun Raya Banua | 24 Juli 2017

Tanggal 22 Juli 2017 Kebun Raya Banua kedatangan tamu spesial. Dikatakan spesial di sini, karena beliau-beliau ini mantan Kepala Kebun Raya Bogor, yaitu Prof. Dedy Darnaedi (1997 – 2002) dan Ir. Mustaid Siregar, M.Si. (2009 – 2014) Beliau berdua didampingi sohib karibnya yang berkecimpung di dunia ilmu tumbuhan juga, Prof Eko Baroto Waluyo, M.Sc.

•        1997-2002 : Dedi Darnaedi

•        2002-2008 : Irawati

•        2008-sekarang : Mustaid Siregar

 

 

 

Gb. 1. Berpose di atas Menara Labirin Banua

Ketiganya berkunjung di Banua usai menjalankan tugas dalam rangka penyusunan masterplan calon Kebun Raya Tanjung Puri di Kabupaten Tabalong. Kebetulan pada saat survey lapangan di Tanjung, penulis berkesempatan juga ikut mendampingi beliau bertiga ini.   Kesempatan untuk berkunjung di Banua  memang sangat diharapkan, mengingat kebun raya ini dinilai sangat spesifik karena berada di atas lahan eks kegiatan petambangan/pendulangan tradisional dan kebetulan posisinya sangat strategis di tengah pusat perkantoran Pemerintah provinsi Kalimantan Selatan di Banjarbaru. Dan kebun raya ini juga mempunyai kondisi geomorfologinya sangat berbeda dengan  kebun raya lainnya, yang banyak berada di daerah lain yang berkountur perbukitan atau pegunungan. Sementara Kebun Raya Banua sejauh mata memandang berupa hamparan lahan yang begitu datar.

 

 

  

Gb. 2. Bertiga memperhatikan halaman terbuka Taman Aromatik Banua

Bentangan lahan yang sangat datar, tanpa kontur yang ekstrim menjadikan kebun raya ini nyaris tidak ada tantangan dalam aksesibilitas. Namun demikian, justru permasalahan terletak dari tingkat kesuburan tanah yang sangat miskin hara dan sulit diolah karena kerasnya permukaan tanah yang bertekstur pasir dan berkerikil. 

Ternyata inilah yang menjadi perhatian beliau bertiga, ingin melihat dari dekat kondisi Kebun Raya Banua yang harus banyak diperlakukan secara khusus. Ikhtiar, keseriusan, kesabaran, inovasi, dan tentunya tawakal kepada Sang Khaliq merupakan kata kunci untuk terwujudnya kebun raya yang kita idamkan. Sebagai penutup dari kunjungan tersebut, Prof Dedy dkk. berpesan kepada kita agar semangat dan terus berjuang untuk selamatkan keanekarragaman hayati di Banua. Berkerja dengan ikhlas dan lillahita’ala, agar jerih payah di awal-awal pembangunan ini membuahkan hasil yang dapat dinikmati masyarakat luas dan generasi yang akan datang. (Asri)


Kembali Ke Halaman Sebelumnya