KEBUN RAYA BANUA

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan

Review Booklet Koleksi Tanaman Obat Kebun Raya Banua dan Pemanfaatannya

Penggunaan berbagai tanaman obat untuk melakukan pencegahan serta pengobatan terhadap penyakit telah lama dilakukan oleh para leluhur, tidka terkecuali di tanah Kalimantan. Suku Dayak Kalimantan terkenal sejak lama dalam hal pengobatan penyakit secara tradisional disertai dengan upacara- upacara adat. Hal tersebut merupakan salah satu kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan.

Upaya pelestarian dan pengkayaan kearifan lokal tersebut merupakan salah satu misi dari Kebun Raya Banua, yaitu melestarikan tumbuhan berkhasiat obat dan tumbuhan lainnya yang memiliki nilai ilmu pengetahuan dan potensi ekonomi.

Kebun Raya Banua merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang berada di bawah Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan yang memiliki tema “Konservasi Tumbuhan Berpotensi Obat”. Sesuai dengan tema tersebut, adanya Kebun Raya Banua diharapkan dapat menyelamatkan berbagai jenis tanaman yang ada di Kalimantan, khususnya yang memiliki potensi obat. Beberapa koleksi dari Kebun Raya Banua dipaparkan dalam buku yang berjudul “ Koleksi Tanaman Obat Kebun Raya banua dan Pemanfaatannya”. Dalam buku tersebut berisi mengenai beberapa jenis tanaman obat yang menjadi koleksi di Kebun Raya Banua dan cara penggunaannya, seperti Akar Kuning sebagai obat penyakit kuning, anemia dll, Bangkal sebagai obat sakit perut, darah tinggi, bawang dayak sebagai obat kanker payudara, peluruh kencing, buta-buta lalat sebagai obat demam, jalukap sebagai obat hipertensi ringan, Liamau Kuit sebagai obat influenza, Lupun sebagai obat luka, Pasak Bumi sebagai obat nyeri tulang, disentri, Sari gading sebagai obat Reumatik, Peluruh Urien, Serai Wangi sebagai obat sakit gigi, Sungkai sebagai obat malaria, pilek, Tabat Barito sebagai obat keputihan, Ulin-ulin sebagai pencegah rambut beruban, dan Tapak Liman sebagai obat radang ginjal akut. (Ame)


Kembali Ke Halaman Sebelumnya